Pharrell Williams – Happy

 

“Happy”

[Verse 1:]
It might seem crazy what I’m about to say
Sunshine she’s here, you can take a break
I’m a hot air balloon that could go to space
With the air, like I don’t care baby by the way

[Chorus:]
Because I’m happy
Clap along if you feel like a room without a roof
Because I’m happy
Clap along if you feel like happiness is the truth
Because I’m happy
Clap along if you know what happiness is to you
Because I’m happy
Clap along if you feel like that’s what you wanna do

[Verse 2:]
Here come bad news talking this and that, yeah,
Well, give me all you got, and don’t hold it back, yeah,
Well, I should probably warn you I’ll be just fine, yeah,
No offense to you, don’t waste your time
Here’s why

[Chorus]

Hey, come on

[Bridge:]
(happy)
Bring me down
Can’t nothing bring me down
My level’s too high
Bring me down
Can’t nothing bring me down
I said (let me tell you now)
Bring me down
Can’t nothing bring me down
My level’s too high
Bring me down
Can’t nothing bring me down
I said

[Chorus 2x]

Hey, come on

(happy)
Bring me down… can’t nothing…
Bring me down… my level’s too high…
Bring me down… can’t nothing…
Bring me down, I said (let me tell you now)

[Chorus 2x]

Come on

 

Congratulations Danya!

Danya SjadzaliAYO Positif kali ini akan mengulas prestasi seorang gadis berusia 22 tahun bernama Danya Adhalia Sjadzali.  Danya, yang telah mendapatkan gelar BA in Fashion Design dari University for the Creative Arts, Epsom, Surrey, England, berhasil menorehkan prestasi sebagai pemenang sebuah lomba design yang diadakan sebuah organisasi di London, Inggris.

Yuk, kita langsung simak saja ceritanya:

“Di awal bulan Juni, tepatnya tanggal 1, saya dan sejumlah teman-teman terdekat sedang berduduk-duduk santai menghabiskan hari Sabtu di rumah. Malam sebelumnya kami baru merayakan selesainya semester terakhir ini dan juga dalam rangka menyambut datangnya Hari Besar kami, yaitu, Graduate Fashion Week – beberapa orang dari tiap Universitas di Inggris dipilih untuk menunjukkan koleksi proyek akhirnya ke muka publik. TIba-tiba saya menerima BBM dari sahabat saya di Jakarta; “Congratulations Danya!” – katanya, seperti mengutip dari tulisan orang lain.

 

Beberapa bulan sebelumnya, saya mengirimkan salah satu karya saya ke kompetisi yang diiklankan salah satu guru di kampus . Awalnya sempat ragu, tapi gak ada ruginya juga, kan. Kompetisi ini diadakan oleh organisasi di London yang bertujuan untuk mempromosikan konsep “Diversity” dalam dunia fashion. All Walks Organisation ini berambisi untuk menghapus stereotip dunia fashion yang dianggap shallow karena hanya meninggikan image wanita berpostur model; tinggi, kurus berkaki panjang – di tambah hak tingginya lagi! Jadi, lewat kompetisi ini salah satunya, All Walks mengajak  para calon designer muda untuk merancang pakaian yang menunjukkan keragaman yang bisa di lihat di sekeliling kita. Maupun itu umur, ras, bentuk badan, warna kulit, orientasi seksual, dsb.

Danya's Sketch

Karya-karya saya biasa dimulai dari tema kontradiksi, untuk yang satu ini saya menantang budaya konservatif yang di representasikan oleh busana tradisional di Timur Tengah khususnya pada era 1910-1920an. Pakaian yang serba tertutup dan longgar ini digabungkan dengan karakteristik kostum burlesque budaya barat di era yang sama. Hasilnya adalah satu set atasan dan celana yang datang dari bentuk burkha dan celana harem yang longgar dan tidak ‘menjual’ aspek tubuh wanita, dan dengan mudahnya bisa dipakai oleh segala bentuk badan wanita; namun celana harem ini memiliki belahan tinggi di kedua sisi yang menunjukkan seluruh kaki sang pemakai tapi tidak secara terang-terangan.

Concept

 

Setelah diumumkan sebagai satu dari 12 finalis dari semua partisipan yang mencakup seluruh UK, saya mulai mempromosikan karya saya ke keluarga dan teman-teman untuk mulai vote. Selama periode satu bulan itu update terus berdatangan mulai dari anggota keluarga yang mengajak seisi kantor untuk vote sampai teman-teman di beberapa negara lain yang juga mengajak teman-teman lainnya, dst. Banyak orang yang meninggalkan comment di voting page saya, banyak nama-nama dari Indonesia yang tidak dikenal; tapi justru itulah yang membuat saya kagum dan bangga akan orang-orang disekitar saya. Selama periode voting itu – menurut kabar orang-orang yang baru memilih – karya saya hampir selalu di peringkat pertama; sampai akhirnya seminggu sebelum pemilihan ditutup saya turun ke peringkat dua. Dan karena saat itu saya sedang dibuat stress oleh proyek akhir yang tidak bersangkutan dengan kompetisi ini, jadi saya pikir, menang atau tidak gak masalah. It was a great honour to be chosen as one of the finalists amongst hundreds and hundreds of participants across UK – dan untuk jadi satu-satunya orang Indonesia, mungkin satu-satunya orang Asia Tenggara!  Jadi saya memilih untuk fokus ke proyek akhir saja.

Diversity Entry

Awalnya saya gak ngeh maksud kutipan yang sahabat saya tulis di BBM. Sampai akhirnya dia bilang “Cek email lo”. Ada email dari Own-Label.com (website dimana karya-karya finalis di promosikan selama periode voting) ber-subject “Congratulations, Danya!”. Butuh waktu beberapa jam sampai akhirnya benar-benar sadar kalau akhirnya karya saya berhasil jadi pemenang! Dari kerja keras membentuk konsep, menganalisa hasil research visual dan diolah lewat sketsa, sampai akhirnya berbentuk produk 3-dimensi bisa di apresiasi oleh publik dan tentunya juga hasil kerja keras seluruh keluarga dan teman-teman yang semangat berpromosi! Sebagai pemenang, design saya akan diproduksi dan dijual oleh Own-Label.com secara online. Walaupun produksinya hanya dalam skala kecil, ini tetap menjadi pengalaman dan prestasi yang menjadi langkah berikut saya untuk terjun ke dunia fashion. Pihak Own-Label sendiri memang melibatkan saya di proses produksi – dan dari sini lah saya berharap untuk belajar lebih banyak lagi; dan pastinya dari berbagai macam pengalaman yang akan datang, apapun itu.”

 

DANYA SJADZALI

danyasjadzali.weebly.com

 

Michael Jordan “Obstacles & Walls”

Jordan "Obstacles & Walls"

 

“Jika anda ingin berhasil, pasti akan mendapatkan halangan.  Saya pernah mendapatkan, setiap orang pernah mendapatkannya.  Tetapi rintanga-rintangan itu semestinya tidak menghentikan anda.  Jika anda menabrak sebuah tembok, jangan berbalik arah dan menyerah.  Cari cara untuk memanjatnya, menembusnya, atau mengitarinya.”

 

Michael Jordan

Nicky Astria – Carry On

Andai dunia tanpa cinta
Gelaplah hidupmu dan hilang rasa
Jangan pernah engkau menyerah
Kuatkan dirimu untuk terus melangkah

Carry on, carry on, buka mata hatimu
Jangan kau padamkan harapan dan cintamu
Carry on, carry on, waktu terus berlalu
Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on

Dengan cinta di hatimu
Hangatkan jiwa dan terang hidupmu
Mengapa kau takut dan sembunyi
Kini saatnya tunjukkanlah dirimu

Carry on, carry on, buka mata hatimu
Jangan kau padamkan harapan dan cintamu
Carry on, carry on, waktu terus berlalu
Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on

(carry carry on) carry on (carry on)

(carry on, carry on, buka mata hatimu
Jangan kau padamkan harapan dan cintamu
Carry on, carry on, waktu terus berlalu
Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on) carry on

Carry on, carry on, (buka mata hatimu
Jangan kau padamkan) jangan kau padamkan
(harapan dan cintamu) harapan dan cintamu, carry on
(carry on, carry on, waktu terus berlalu
Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on) carry on, carry on

A Note-worthy Musical Score for The Indonesian Red Cross

Sojourner Media House Indonesia’s Malam Kesatuan / Night of Unity Series.

Logo PMI 

Nov 15th, 2012 

On Jan 7th 2013, a fresh, innovative, first-of-its-kind company launches in Balikpapan, Indonesia. It is a for-profit international philanthropic advertising company-that produces mega humanitarian events to gain and leverage a media platform- the entity being exclusively formed in efforts to create a mechanism of raising, year-after year, ongoing funds for The Indonesian Red Cross (Palang Merah Indonesia).

Their fresh new market approach has been designed to always donate 100% of event ticket sales to the company’s sole beneficiary, PMI, and to generate company revenue (to launch future series) through corporate cause-marketing partnerships with select positive and socially responsible corporations.

The name of this new, for-benefit, Indonesian company is Sojourner Media House Indonesia, and it launches it inaugural fundraising campaign through the production of the Malam Kesatuan / Night of Unity series, a 3 events / 5 concerts, stadium-venue tour; with major shows across Kalimantan Timur, Indonesia (a region more widely known as East Borneo.)

The three humanitarian events (carried out over the 21 month campaign) will be held in an attempt to raise 10 Million US dollars for Palang Merah Indonesia- in efforts to humbly acknowledge and assist PMI- for the vital and seemingly ceaseless aid relief efforts they have been conducting at some of the world’s worst disaster affected areas in recorded history (the Indian Ocean Tsunami, the Sumatran Earthquake, the Mt Merapi Volcano, the J.W Marriot bombing- just to mention a very few from a tragically disaster-prone last decade.)

Says Isaac Allen, President Commissioner of Sojourner Media House Indonesia, “Having grown up in Balikpapan, Indonesia has always been a large part of my life- and heart- and when my four partners and I began discussing how we could assist Palang Merah Indonesia through raising large scale and ongoing funds (a life long passion for all partners,)-also incorporating music and culture, our thoughts were inspired by a Harvard Business Review article: (The For-Benefit Enterprise- http://hbr.org/2011/11/the-for-benefit-enterprise/ar/1). We knew that if we truly wanted to assist PMI for the long term- we’d need to operate using a sustainable business model. This is why we ultimately opted to create a hybrid organization; using an advertising company’s revenue structure, with a humanitarian concert 501(c)3’s mission. The sponsorship market is Indonesia is overwhelming, as is the Indonesian public’s desire for musical concerts (and the desire to support the PMI cause), and we saw this current situation as an potent opportunity to join Corporate with Cause through Community- to really create a high impact approach to recognizing PMI’s incredible feats of disaster relief work,- and to create a system whereby 100% of the public’s tickets always go towards the communal cause, and 100% of productions are investor and corporate funded.”

The Malam Kesatuan / Night of Unity series are to be held in the 2013-1014 year- with the inaugural event at Balikpapan’s 20,000 seat Persiba Stadium on Sept 14th 2013, then a two day event at Samarinda’s 60,000 seat Palaran Stadium on March 15/16th 2014, and then the finale of the series, another two day event, to be hosted at the 40,000 seat Batakan Stadium in Balikpapan.

All events will features some of the world’s most recognized and well known artists and celebrities (Indonesian and International), in addition to always presenting a world-class multi-faceted presentation on PMI’s crucial work and achievements (To include; a videography display, a gamelan orchestra, Kalimantanese dancers, and celebrity narrators.) The events will likely reach an even wider audience than stadium venue viewers alone, as some of Asia’s largest media groups have already expressed interest in live-broadcasting the events- which will heavily increase the yield for PMI through Sojourner Media House Indonesia’s MKNU series parallel television text-in donation drive.

Speaking in his native Indonesian, Fahadzaki Sjadzali, President Director of SMHI elaborates on the music side of the business, “Music is power. We know it. It literally changes us physiologically- it alters our dopamine. What we humbly attempt to do is join in with others, already deep in efforts, and work to change the live music paradigm; to create a new cultural (and corporate) environment- one in which all major concerts are humanity driven, community supported, and corporate and investor funded. Knowing music has the power to alter mindsets, gives us the belief that music has a real other avenue of power as well- to do physical and tangible good in the world- a world that needs continued shared concern and a collaborated effort to unify and repair.”

The Sojourner Media House Indonesia Board of Commissioners/ Directors is a spirited and experienced team composed of Isaac Allen (President Commissioner), Mirza Zulfhieqar, (Commissioner), Fahadzaki Sjadzali (President Director), Bravo Tangka (Director) and Aji Mirza Hakim, (Director).

All partners originally hail from Balikpapan and Samarinda, though Isaac Allen was born in America. They join their professional forces and personal networks to attempt to make Sojourner Media House Indonesia’s Malam Kesatuan / Night of Unity series as high yielding and potent as possible for the Indonesian Red Cross.

Sojourner Media House Indonesia